A. Hakikat Morfologi dari beberapa pakar
Morfologi dalam kajian linguistik yaitu berarti ilmu yang mengenai
bentuk-bentuk dan pembentukan kata ,sedangkan secara etimologi kata morfologi
berasal dari kata morf yang berarti ‘bentuk’ dan kata logi yang berarti ‘ilmu’.jadi
secara harfiah kata morfonologi berarti ‘ilmu mengenai bentuk’ (Chaer 2008:3).
Berikut pengertian morfonologi
dari berbagai pakar:
v
Iyo Mulyono :ilmu bahasa yang mempelajari seluk
–beluk wujud morfem(Krida Laksana:1982)
v
Verhaar: ilmu bahasa yang membicarakan atau
mempelajari seluk-beluk struktur kata terhadap serta pengaruh
perubahan-perubahan struktur kata terhadap kelas kata dan arti kata.Morfonologi
mengidentifikasikan satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal (Verhaar 1996)
Jadi dapat disimpulkan morfonologi
adalah ilmu yang mempelajari kata dan pembentukan kata beserta maknanya serta
struktur kata.
Ø
Morfologi
Dalam Linguistik
Di dalam hierarki linguistik, kajian
morfologi berada di antara kajian fonologi dan sintaksis seperti:
ü Wacana
ü Sintaksis
ü Morfologi
ü Fonologi
Sebagai
kajian yang terletak di antara kajian fonologi dan sintaksis, maka kajian
morfologi itu mempunyai kaitan baik dengan fonologi maupun dengan sintaksis.
Lalu keterkaitan antara morfologi dan sintaksis tampak dengan adanya kajian
yang disebut morfosintaksis.
Keterkaitan ini karena adanya masalah morfologi yang perlu dibicarakan bersama
dengan masalah sintaksis. Misalnya, satuan bahasa yang disebut kata, dalam kajian morfologi merupakan
satuan terbesar, sedangkan dalam kajian sintaksis merupakan satuan terkecil
dalam pembentukan kalimat atau satuan sintaksis lainnya. Jadi, satuan bahasa
yang disebut kata itu menjadi objek
dalam kajian morfologi dan kajian sintaksis.
B.
Morfem
Morfem adalah satuan gramatikal
terkecil yang memiliki makna. Dengan kata terkecil berarti “satuan” itu tidak
dapat dianalisis menjadi lebih kecil lagi tanpa merusak maknanya. misalnya
bentuk membeli dapat dianalisis
menjadi dua bentuk terkecil yaitu {me-} dan {beli}. Bentuk {me-} adalah sebuah
morfem, yakni morfem afiks yang secara gramatikal memiliki sebuah makna; dan
bentuk {beli} juga sebuah morfem, yakni morfem, yakni morfem dasar yang secara
leksikal memiliki makna. Kalau bentuk beli
dianalisis menjadi lebih kecil lagi menjadi be-
dan li, keduanya jelas tidak memiliki
makna apa-apa. Jadi, keduanya bukan morfem.
v Alternasi Alomorfemis
Alternasi
yaitu dapat di artikan proses yang memperlihatkan perubahan-perubahan bentuk
bahasa, dalam lingkungan yang dapat diramalkan dan alternasi
berlaku juga untuk morfem morfem yang menjadi alat derivasi. Contohnya dalam
bahasa indonesia adalah nomina tindakan dan nomina penindak di awalan pen-(baik
prefiks {pen-}maupun awalan konfiks {pen-,-an} ) menjadi /pen/, atau /pan/,
atau /pa/ dan seterusnya,sesuai dengan lingkungan fonologis.
Seperti
halnya dengan fonem tertentu yang direalisasikan secara konkret dalam bentuk
alofon-alofon yang berbeda menurut lingkungannya, kaidah-kaidah yang berlaku
untuk alternasi alomorfemis ada dua jenis:
1. adalah
kaidah morfofonemis yang berupa fonemis.
2. adalah
kaidah alomorfemis yang tidak berupa fonemis.
Alternasi
morfofonemis itu dapat mempersulit identifikas morfem, misalnya, apakah prefiks
dalam kata pemuda itu {pen-} atau {pe-}? Apakah kata /pen/ dalam kata
pengungsi adalah {pe-} dengan ‘’perkecualian’’ dalam alternasi ,
menyimpang dari apa yang biasa disebabkan oleh lingkungan , menyebabkan adanya
/pen/ ataukan /pen/ dengan alternasi morfofonemis yang‘’biasa’’sebelum vokal
(tetapi dengan “perkecualian”sistematis) selanjutnya adakah dlam bahasa ini
konfiks {pe-,-an} dalam kata seperti pekarangan atau pegunungan.
v Identifikasi morfem
Satuan bahasa merupakan komposit
antara bentuk dan makna. Oleh karena itu, untuk menetapkan sebuah bentuk adalah
morfem atau bukan didasarkan pada kriteria bentuk dan makna itu. Hal-hal
berikut dapat dipedomani untuk menentukan morfem dan bukan morfem itu.
1).
Dua bentuk yang sama atau lebih memiliki makna yang sama merupakan sebuah
morfem.contoh kata bulan pada kalimat berikut adalah morfem yang sama:
·
Bulan depan aku
akan berlibur ke bali
·
Sudah tiga bulan
dia tidak ada kabar
2).
Dua bentuk yang sama atau lebih bila memiliki makna yang berbeda merupakan dua
morfem yang berbeda.contoh kata bunga pada kedua kalimat berikut adalah dua mofem yang berbeda :
·
Bank Byn memberi
bunga 10 persen pertahun
·
Aku dapat bunga
mawar dari naina
3).
Dua buah bentuk yang berbeda, tetapi memiliki makna yang sama, merupakan dua
morfem yang berbeda.contoh kata ayah dan bapak pada kedua kalimat berikut
adalah dua morfem yang berbeda:
·
Ayah pergi ke
malang
·
Bapak pulang dari
malang
4).Bentuk-bentuk
yang mirip tetapi maknanya sama adalah sebuah morfem yang sama, asal perbedaan
bentuk itu dapat dijelaskan secara fonologis.contoh
me-,mem-,men-,meny-,meng-,dan menge – pada kata-kata berikut adalah morfem yang
sama:
·
Melihat
·
Membina
·
Mendengar
·
Menyesal
·
Mengambil
·
Mengecat
5).
Bentuk yang hanya muncul dengan pasangan satu-satunya juga sebuah morfem.contoh
:bentuk bugar pada segar bugar
6).
Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan yang lebih besar apabila memiliki
makna yang sama juga merupakan morfem yang sama.contoh kata berikut adalah
morfem yang sama
·
Membaca
·
Pembaca
·
Terbaca
7).
Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan bahasa yang lebih besar (klausa,
kalimat) apabila maknanya berbeda secara polisemi adalah juga merupakan morfem
yang sama.contoh kata kepala pada kalimat –kalimat berikut memiliki makna yang
berbeda secara polisemi ,tetapi merupakan morfem yang sama:
·
Ibunya menjadi
kepala sekolah disana
·
Kepala jarum itu
terbuat dari plastik
·
Tubuhnya memang
besar sayang kepalanya kosong
v Alomorf dan Morf
Ø Morfem sebenarnya merupakan barang
abstrak karena ada dalam konsep. Sedangkan yang konkret, yang ada dalam
pertuturan adalah alomorf, yang tidak lain dari realisasi dari morfem itu. Jadi,sebagai realisasi dari morfem itu,
alomorf ini bersifat nyata/ada.pada umumnya sebuah morfem hanya memilki sebuah
alomorf ,namun ada juga morfem yang direalisasikan dalam beberapa bentuk
alomorf,contoh morfem (ber-)memiliki tiga bentuk alomorf yaitu ber-,be-,dan
bel-, contoh pada bagan berikut
Morfem
|
Alomorf
|
Contoh pada kalimat
|
Ber-
|
-ber
-be
-bel
|
Bertemu,Berdoa
Beternak,bekerja
Belajar ,
|
Malah morfem (me-) memiliki enam buah alomorf ,seperti
tampak pada bagan berikut:
Morfem
|
Alomorf
|
Contoh pada kalimat
|
Me
|
-me
-mem
-men
-meny
-meng
-menge
|
Melihat,merawat
Membaca,membawa
Menduga,mendengar
Menyisir, menyusul
Menggali,mengebor
Mengecat,mengetik
|
Ø
Morf
Morf adalah bentuk yang belum diketahui statusnya ,apakah
sebagai morfem atau sebagai alomorf .jadi sebenarnya wujud fisik morf adalah
sama dengan wujud fisik alomorf .sedangkan morfem merupakan “abstraksi”dari
alomorf atau alomorf –alomorf yang ada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar