Minggu, 29 Januari 2017

hakikat morfologi dari beberapa pakar



A.      Hakikat Morfologi dari beberapa pakar
Morfologi dalam kajian linguistik yaitu berarti ilmu yang mengenai bentuk-bentuk dan pembentukan kata ,sedangkan secara etimologi kata morfologi berasal dari kata morf yang berarti ‘bentuk’ dan kata logi yang berarti ‘ilmu’.jadi secara harfiah kata morfonologi berarti ‘ilmu mengenai bentuk’  (Chaer 2008:3).
Berikut  pengertian morfonologi dari berbagai pakar:
v  Iyo Mulyono :ilmu bahasa yang mempelajari seluk –beluk wujud morfem(Krida Laksana:1982)
v  Verhaar: ilmu bahasa yang membicarakan atau mempelajari seluk-beluk struktur kata terhadap serta pengaruh perubahan-perubahan struktur kata terhadap kelas kata dan arti kata.Morfonologi mengidentifikasikan satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal  (Verhaar 1996)
Jadi dapat disimpulkan morfonologi adalah ilmu yang mempelajari kata dan pembentukan kata beserta maknanya serta struktur kata.
Ø  Morfologi Dalam Linguistik
            Di dalam hierarki linguistik, kajian morfologi berada di antara kajian fonologi dan sintaksis seperti:
ü  Wacana         
ü  Sintaksis
ü  Morfologi  
ü  Fonologi
Sebagai kajian yang terletak di antara kajian fonologi dan sintaksis, maka kajian morfologi itu mempunyai kaitan baik dengan fonologi maupun dengan sintaksis. Lalu keterkaitan antara morfologi dan sintaksis tampak dengan adanya kajian yang disebut morfosintaksis. Keterkaitan ini karena adanya masalah morfologi yang perlu dibicarakan bersama dengan masalah sintaksis. Misalnya, satuan bahasa yang disebut kata, dalam kajian morfologi merupakan satuan terbesar, sedangkan dalam kajian sintaksis merupakan satuan terkecil dalam pembentukan kalimat atau satuan sintaksis lainnya. Jadi, satuan bahasa yang disebut kata itu menjadi objek dalam kajian morfologi dan kajian sintaksis.
B.      Morfem
            Morfem adalah satuan gramatikal terkecil yang memiliki makna. Dengan kata terkecil berarti “satuan” itu tidak dapat dianalisis menjadi lebih kecil lagi tanpa merusak maknanya. misalnya bentuk membeli dapat dianalisis menjadi dua bentuk terkecil yaitu {me-} dan {beli}. Bentuk {me-} adalah sebuah morfem, yakni morfem afiks yang secara gramatikal memiliki sebuah makna; dan bentuk {beli} juga sebuah morfem, yakni morfem, yakni morfem dasar yang secara leksikal memiliki makna. Kalau bentuk beli dianalisis menjadi lebih kecil lagi menjadi be- dan li, keduanya jelas tidak memiliki makna apa-apa. Jadi, keduanya bukan morfem.
v  Alternasi Alomorfemis
Alternasi yaitu dapat di artikan proses yang memperlihatkan perubahan-perubahan bentuk bahasa, dalam lingkungan yang dapat diramalkan dan alternasi berlaku juga untuk morfem morfem yang menjadi alat derivasi. Contohnya dalam bahasa indonesia adalah nomina tindakan dan nomina penindak di awalan pen-(baik prefiks {pen-}maupun awalan konfiks {pen-,-an} ) menjadi /pen/, atau /pan/, atau /pa/ dan seterusnya,sesuai dengan lingkungan fonologis.
Seperti halnya dengan fonem tertentu yang direalisasikan secara konkret dalam bentuk alofon-alofon yang berbeda menurut lingkungannya, kaidah-kaidah yang berlaku untuk alternasi alomorfemis ada dua jenis:
1. adalah kaidah morfofonemis yang berupa fonemis.
2. adalah kaidah alomorfemis yang tidak berupa fonemis.
Alternasi morfofonemis itu dapat mempersulit identifikas morfem, misalnya, apakah prefiks dalam kata pemuda itu {pen-} atau {pe-}? Apakah kata /pen/ dalam kata pengungsi  adalah {pe-} dengan ‘’perkecualian’’ dalam alternasi , menyimpang dari apa yang biasa disebabkan oleh lingkungan , menyebabkan adanya /pen/ ataukan /pen/ dengan alternasi morfofonemis yang‘’biasa’’sebelum vokal (tetapi dengan “perkecualian”sistematis) selanjutnya adakah dlam bahasa ini konfiks {pe-,-an} dalam kata seperti pekarangan atau pegunungan.
v  Identifikasi morfem
            Satuan bahasa merupakan komposit antara bentuk dan makna. Oleh karena itu, untuk menetapkan sebuah bentuk adalah morfem atau bukan didasarkan pada kriteria bentuk dan makna itu. Hal-hal berikut dapat dipedomani untuk menentukan morfem dan bukan morfem itu.
1). Dua bentuk yang sama atau lebih memiliki makna yang sama merupakan sebuah morfem.contoh kata bulan pada kalimat berikut adalah morfem yang sama: 
·         Bulan depan aku akan berlibur ke bali
·         Sudah tiga bulan dia tidak ada kabar
2). Dua bentuk yang sama atau lebih bila memiliki makna yang berbeda merupakan dua morfem yang berbeda.contoh kata bunga pada kedua kalimat berikut adalah  dua mofem yang berbeda :
·         Bank Byn memberi bunga 10 persen pertahun
·         Aku dapat bunga mawar dari  naina
3). Dua buah bentuk yang berbeda, tetapi memiliki makna yang sama, merupakan dua morfem yang berbeda.contoh kata ayah dan bapak pada kedua kalimat berikut adalah dua morfem yang berbeda:
·         Ayah pergi ke malang
·         Bapak pulang dari malang
4).Bentuk-bentuk yang mirip tetapi maknanya sama adalah sebuah morfem yang sama, asal perbedaan bentuk itu dapat dijelaskan secara fonologis.contoh me-,mem-,men-,meny-,meng-,dan menge – pada kata-kata berikut adalah morfem yang sama:
·         Melihat
·         Membina
·         Mendengar
·         Menyesal
·         Mengambil
·         Mengecat

5). Bentuk yang hanya muncul dengan pasangan satu-satunya juga sebuah morfem.contoh :bentuk bugar pada segar bugar
6). Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan yang lebih besar apabila memiliki makna yang sama juga merupakan morfem yang sama.contoh kata berikut adalah morfem yang sama
·         Membaca
·         Pembaca
·         Terbaca

7). Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan bahasa yang lebih besar (klausa, kalimat) apabila maknanya berbeda secara polisemi adalah juga merupakan morfem yang sama.contoh kata kepala pada kalimat –kalimat berikut memiliki makna yang berbeda secara polisemi ,tetapi merupakan morfem yang sama:
·         Ibunya menjadi kepala sekolah disana
·         Kepala jarum itu terbuat dari plastik
·         Tubuhnya memang besar sayang kepalanya kosong


v  Alomorf dan Morf
Ø  Morfem sebenarnya merupakan barang abstrak karena ada dalam konsep. Sedangkan yang konkret, yang ada dalam pertuturan adalah alomorf, yang tidak lain dari realisasi dari morfem itu.  Jadi,sebagai realisasi dari morfem itu, alomorf ini bersifat nyata/ada.pada umumnya sebuah morfem hanya memilki sebuah alomorf ,namun ada juga morfem yang direalisasikan dalam beberapa bentuk alomorf,contoh morfem (ber-)memiliki tiga bentuk alomorf yaitu ber-,be-,dan bel-, contoh pada bagan berikut
Morfem
 Alomorf
Contoh pada kalimat
Ber-
-ber
-be
-bel
Bertemu,Berdoa
Beternak,bekerja
Belajar ,


Malah morfem (me-) memiliki enam buah alomorf ,seperti tampak pada bagan berikut:

Morfem
Alomorf
Contoh pada kalimat
Me
-me
-mem
-men
-meny
-meng
-menge
Melihat,merawat
Membaca,membawa
Menduga,mendengar
Menyisir, menyusul
Menggali,mengebor
Mengecat,mengetik

Ø  Morf 
Morf adalah bentuk yang belum diketahui statusnya ,apakah sebagai morfem atau sebagai alomorf .jadi sebenarnya wujud fisik morf adalah sama dengan wujud fisik alomorf .sedangkan morfem merupakan “abstraksi”dari alomorf atau alomorf –alomorf yang ada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar