Selasa, 24 Januari 2017

komposisi



KOMPOSISI
                        Komposisi adalahproses penggabungan dasar dengan dasar (biasanya berupa akar maupun bentuk berimbuhan )untuk mewadahi suatu” konsep “ yang belum tertampung dalam sebuah kata (Abdul Chaer, 2008: 209)
~ Komposisi dalam peristilahan
 Menurut  C.A.Mees  komposisi  menggunakan istilah kata majemuk dan aneksi.dengan istilah kata majemuk dimaksudkan untuk gabungan kata yang memiliki makna idiomatik ,persis sama dengan yang digunakan Alisyahbana.sedangkan  istilah  aneksi dimaksudkan untuk menyebut gabungan kata yang maknanya masih dapat ditelusuri secara gramatikal ,seperti :Lukisan Yusuf memiliki makna ‘Lukisan milik Yusuf’ atau ‘lukisan buatan Yusuf ‘ dan meja tulis bermakna ‘meja tempat menulis ‘,jadi C.A.Mess menggunakan istilah kata majemuk untuk komposisi yang bermakna idiomatik,dan aneksi untuk komposisi yang bukan bermakna idiomatikal (Abdul Chaer, 2008: 210-211)
~ Aspek semantik komposisi
Dilihat dari usaha untuk menampung konsep-konsep ini dapat dibedakan adanya lima macam komposisi:
1.      komposisi yang menampung konsep-konsep  yang digabungkan sederajat ,sehingga membentuk komposisi yang koordinatif.misalnya: penggabungan dasar makan dan dasar minum menjadi komposisi makan minuman.makna gramatikal hasil penggabungan koordinatif bisa’dan’ bisa juga ‘atau’ tergantung pada konteks kalimatnya,bisa juga bermakna idiomatik (Abdul Chaer, 2008: 212).
2.      komposisi yang menampung konsep-konsep yang digabung tidak sederajat ,sehingga melahirkan komposisi yang suborninatif.misalnya dasar sate sebagai unsur utama digabungkan dengan dasar ayam sebagai unsur penjelas menjadi komposisi sate ayam yang bermakna gramatikal ‘sate yang berbahan daging ayam’.makna gramatikal komposisi subordinatif ini memang tergantung pada komponen makna yang dimiliki usur keduanya (Abdul Chaer, 2008: 213).
3.      komposisi yang menghasilkan istilah ,yakni yang maknanya sudah pasti,sudah tertentu,meskipun bebas dari konteks kalimatnya ,karena sebagai istilah hanya digunakan dalam bidang ilmu atau kegiatan tertentu,misalnya: tolak peluru,angkat besi,terjun payung (Abdul Chaer, 2008: 213).
4.      komposisi pembentuka idiom,yakni penggabungan dasar dengan dasar yang menghasilkan makna idiomatik,yaitu makna yang tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun gramatikal .misalnya,penggabungan meja dengan dasar hijau yang menghasilkan komposisi meja hijau dengan makna’pengadilan’(Abdul Chaer, 2008: 214-215)
5.      koposisi yang menghasilkan nama,yakni yang mengacu pada sebuah maujud dalam dunia nyata.misalnya ,Griya Matraman,Stasiun Gambir dan Selat Sunda(Abdul Chaer, 2008: 215)
~ pengembangan komposisi
Contoh pengembangan komposisi dalam kehidupan nyata kita punya komposisi kelapa hijau yang mengacu pada sejenis kelapa yang kulitnya berwarna hijau. disamping itu,kita juga punya komposisi kelapa muda,yang mengacu pada kelapa  yang belum tua,yang biasa dijadikan minuman degan es.nah ,bagaiman kita hararus mengatakan kelapa hijau yang belum tua ,dan kelapa muda dari jenis kelapa hijau?apakah kelapa hijau muda atau kelapa muda hijau ? kedua kontruksi ini menimbulkan ambiguitas .kiranya konstruksi yang lebih baik haruslah dengan bantuan konjungsi yang,sehingga menjadi kelapa hijau yang muda atau kelapa muda yang hijau (Abdul Chaer, 2008: 216)
~ komposisi nominal
komposisi nominal adalah  komposisi yang pada satuan klausa berkatagori nomina .misalnya komposisi kakek nenek dan baju baru pada kedua kalimat berikut:
-kakek nenek pergi berlebaran
-mereka memakai baju baru
            sebagai pengisi fungsi subjek komposisi kakek nenek berkatagori nomina dan sebagai pengisi fungsi objek komposisi baju baru juga berkatagori nomina (Abdul Chaer, 2008: 216-217)
Ø Komposisi Nominal Bermakna Gramatikal
      Makna gramatikal adalah makna yang muncul dalam proses penggabungan dasar dengan dasar dalam pembentukan sebuah komposisi.Makna gramatikal yang muncul dalam proses pembentukan komposisi nominal (Abdul Chaer, 2008: 217)
Ø Komposisi Nominal Bermakna Idiomatik
Ada sejumlah komposisi nominal memiliki makna idiomatik,baik berupa idiom penuh maupun berupa idiom sebagian .yang berupa idiom penuh artinya,seluruh komposisi itu memiliki makna yang tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun secara gramatikal misalnya:orang tua ,dalam arti ‘ayah ibu’ (Abdul Chaer, 2008: 222)
Ø Komposisi Nominal Metaforis
 Ada sejumlah komposisi nominal yang salah satunya unsurnya digunakan secara metaforis ,yakni dengan mengambil salah satu komponen makna yang dimiliki oleh unsur kaki pada komposisi kaki gunung diberi makana metaforis dari makna kaki ,yaitu(+terletak pada bagian bawah ).sedangkan pada komposisi kaki meja diberi makna metaforis dari komponen makna kaki ,yaitu (+penunjang berdirinya tubuh). (Abdul Chaer, 2008: 223)
Ø Komposisi Nominal Nama dan Istilah
 Ada sejumlah komposisi nominal yang berupa nama atau istilah.sebagai nama  atau istilah komposisi ini tidak bermakna gramatikal ,tidak bermakna idiomatik,juga tidak bermakna metaforis (Abdul Chaer, 2008: 224)
Ø Komposisi Nominal dengan Adverbia
 Adverbia yang mendampingi nomina adalah ,adverbia yang menyatakan negasi ,yaitu bukan ,tiada dan tanpa ;dan adverbia yang menyatakan jumlah ,yaitu beberapa ,banyak ,sedikit,sejumlah ,jarang,kurang (Abdul Chaer, 2008: 225)
~ Komposisi Verbal
             komposisi verbal adalah komposisi yang pada satuan klausa berkatagori verbal (Abdul Chaer, 2008: 225-226)
    misalnya komposisi menyanyi menari dan datang menghadap pada kedua kalimat berikut:
-mereka menyanyi menari sepanjang malam
-dia datang menghadap pada kepala sekolah
  Sebagai  pengisi fungsi predikat komposisi menyanyi menari dan dating menghadap berkategori verba.

Komposisi verbal dapat dibentuk dari dasar:
a) verba+verba, seperti menyanyi menari, dating menghadap, duduk termenung, dan lari   bersembunyi.
b) verba + nomina, seperti gigit jari dan membanting tulang.
c) verba + ajektifa, seperti lompat tinggi, lari cepat, dan berkata keras.
d) adverbia + verba, seperti sudah makan, tidak datang.

Ø  Komposisi Verbal Bermakna Gramatikal
(Abdul Chaer, 2008: 226-229)
Dalam proses pembentukan komposisi verbal muncul beberapa makna gramatikal antara lain :
1.      ‘gabungan biasa’sehingga diantara kedua unsurnya dapat disispkan kata dan.
2.      ‘gabungan mempertentangkan’sehingga diantara kedua unsurnya dapat disisipkan kata atau.
3.      ‘sambil’sehingga diantara kedua unsurnya dapat disisipkan kata sambil.
4.      ‘lalu’ sehingga diantara kedua unsurnya dapat disisipkan kata lalu.
5.      ‘untuk’ sehingga diantara kedua unsurnya dapat disisipkan kata untuk.
6.      ‘dengan’ sehingga diantara kedua unsurnya dapat disisipkan kata dengan.
7.      ‘secara’ sehingga diantara kedua unsurnya dapat disisipkan kata secara.
8.      ‘alat’ sehingga diantara kedua unsurnya dapat disisipkan kata menggunakan.
9.      ‘waktu’ sehingga diantara kedua unsurnya dapat disisipkan kata waktu.
10.  ‘karena’ sehingga diantara kedua unsurnya dapat disisipkan kata karena.
11.  ‘terhadap” sehingga diantara kedua unsurnya dapat disisipkan kata terhadap atau akan.
12.  “menjadi” sehingga diantara kedua unsurnya dapat disisipkan kata menjadi
13.  “sehingga” sehingga diantara kedua unsurnya dapat disisipkan kata sehingga atau sampai
14.  “menuju” sehingga diantara kedua unsurnya dapat disisipkan kata ke atau menuju
15.  “arah kedatangan “sehingga diantara kedua unsurnya dapat disisipkan kata dari.
16.  “seperti” sehingga diantara kedua unsurnya dapat disisipkan kata seperti atau sebagai
Ø  Komposisi Verbal  Bermakna  Idiomatikal
(Abdul Chaer, 2008: 229-30)
                 Ada sejumlah komposisi verbal yang bermakna idiomatikal ,yaitu makna yang tidak dapat ditelusuri atau diprediksi baik secara leksikal maupun gramatikal .misalnya makan garam dalam arti “pengalaman “,makan kerawat dalam arti “sangat miskin, gigit jari dalam arti ‘tidak mendapatkan apa-apa’.
                 Berkenaan dengan konstruksi predikat + objek ini, maka makna verba yang menjadi predikat itu sangat bergantung pada nomina, sebagai objek yang mengikutinya. Sebagai contoh kita ambil verba makan, mengambil dan menjual. Pada daftar a) ketiga verba itu bermakna gramatikl, pada daftar b) bermakna idiomatical dan daftar c) bermakna polisemi.
     a) makan tempe
         makan tahu
         makan kacang
         mengambil uang
         mengambil buku
         menjual sepeda

     b) makan hati
         makan kerawat
         mengambil hati
         menjual aksi
         menjual diri
     c) makan ongkos
         makan waktu
         menjual paksa
         menjual semua
Ø  Komposisi Verbal dengan Adverbia
(Abdul Chaer, 2008: 231)
            Verbia sebagai pengisi fungsi predikat dalam sebuah klausa seringkali didampingi oleh sebuah adverbia atau lebih .adverbia pendamping verba adalah:
1.      adverbia negasi:tidak,tak tanpa
2.      adverbia kala:sudah,sedang ,tengah,lagi,akan.
3.      adverbia keselesaian: sudah,sedang ,belum
4.      adverbia aspektual: boleh,wajib,harus.
5.      adverbia frekuensi : sering,jarang,pernah
6.      adverbia kemungkinan: mungkin, pasti,barang kali.
sebuah  verba dalam statusnya sebagai pengisi fungsi predikat dalam sebuah klausa bisa didampingi oleh sebuah adverbia  tertentu ,tetapi bisa juga didampingi oleh dua adverbia atau lebih ,berikut adalah contoh komposisi dengan kelas adverbia:
-tidak makan
-sudah makan
-harus datang
~  Komposisi Ajektival
(Abdul Chaer, 2008: 231-32)
komposisi ajektival adalah komposisi yang pada satuan klausa ,berkatagori ajektiva.misalnya komposisi cantik molek dan kaya miskin dalam klausa berikut:
-gadis yang cantik molek itu duduk termenung
-kaya miskin dihadapan allah sama saja.
Komposisi ajektifal dapat dibentuk dari dasar:
a) ajektifa + ajektifa, seperti tua muda, besar kecil.
b) ajektifa + nomina, seperti merah darah, keras hati.
c) ajektifa + verba, seperti takut pulang , malu bertanya.
d) adverbial + ajektifa, seperti tidak berani, sangat indah.
Ø Komposisi Ajektival Bermakna Gramatikal
(Abdul Chaer, 2008: 232-234)
        Dalam proses pembentukannya muncul sejumlah makna gramatikal , anatara lain, adalah makna yang menyatakan:
a) ‘gabungan biasa’, sehingga di antara kedua unsurnya dapat disisipkan kata dan.
b) ‘alternatif atau pilihan’, sehingga di antara kedua unsurnya dapat disisipkan kata atau.
c) ‘seperti’ , sehingga di antara kedua unsurnya dapat disisipkan kata seperti.
d) ‘serba’, makna gramatikal ini dapat diperoleh apabila kedua unsurnya berupa dasar yang sama dan memiliki komponen makna yang sama.
e) ‘untuk’, sehingga di antara kedua unsurnya dapat disisipkan kata untuk.
f) ‘kalau’, sehingga di antara kedua unsurnya dapat disisipkan kata kalau.
Ø  Komposisi Ajektival bermakna Idiomatikal
(Abdul Chaer, 2008: 234)
               Ada sejumlah komposisi ajektival bermakna idiomatical, yakni makna yang tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun gramatikal. Misalnya panjang usus dalam arti sabar, tinggi hati dalam arti angkuh.
Ø    Komposisi Ajektival dengan Adverbial
(Abdul Chaer, 2008: 234)
               Hanya ada dua macam adverbial yang mendampingi ajektiva untuk mebentuk komposisi ajektival, yaitu:
        a) Adverbial negasi: tidak.
        b) Adverbia derajat: agak, sama, lebih, kurang, sangat, amat, sekali.
Contoh-contoh pemakaian:
-tidak bagus ,tidak baik,tidak mudah,tidak lurus
-agak tinggi,agak lurus ,sama baik,sama tinggi
kita lihat,adverbia adjektifa yang aposisi disebelah kanan jektiva hanyalah sekali yang bersinonim dengan sangat dan amat.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar