Minggu, 29 Januari 2017

mofologi sebagai cabang ilmu linguistik



Morfologi Sebagai Cabang Ilmu Linguistik
a.      Hakikat Morfologi
            Menurut Abdul Chaer,2008,3 bahwa secara etimologi morfologi berasal dari  kata morf yang berarti bentuk dan kata logi yang berarti ilmu. jadi seara harfiah kata morfologi berarti ilmu mengenai bentuk. Didalam kajian linguistik, morfologi berarti  ilmmu yang mengenai bentuk dan pembentukan kata, sedangkan dalam kajian biologi morfologi berarti ilmu mengenai bentuk-betuk sel-sel tumbuhan atau jasad-jasad hidup. Memang selai dalam bidang linguistik, di dalam kajian biologi ada juga digunakan istilah morfologi. Kesamaannya yaitu sama-sama mengkaji tentang bentuk.
Morfologi dikatakan membiarakan masalah bentuk-bentuk dan pembentukan kata  maka satuan bentuk sebelum menjadi kata, yakni morfem denggan segala bentuk dan jenisnya, harus dibicarakan. Pembiaraan mengenai pembentukan kata akan melibatkan pembicaraan mengenai komponen atau unsur pembentukan kata, yaitu morfem, baik korfem dasar maupun morfem afiks, dengan demikian alat proses alat pembentukan kata. Afiks dalam proses pembentukan kata melalui proes afiksasi, duplikasi atau pengulangan dalam proses pembentukan kata melalui reduplikasi, penggabungan dalam proses menggabungkan kata melalui proses komposisi, dan sebagainya.
Jadi ujung dari proses morfologi adalah terbentuknya kata dalam bentuk dan makna sesuai dalam keperluan dalam suatu penguapan. Jika bentuk dan makna yang sudah terbentuk dari satu proses morfologi sesuai dengan yang diperlukan dalam pertuturan (Abdul Chaer,2008,3).
b.      Morfem
            Morfem adalah suatu gramatikal terkecil yang memiliki makna. Kata kecil yang berarti satuan tidak dapat dianalisin menjadi lebih kecil lagi tanpa merusak maknanya. Contoh dalam kata membeli dapat dianalisis menjadi dua bentuk terkecil yaitu {me-} dan {beli}. Bentuk {me-} adalah sebuah morfem yaitu morfem afiks yang seara gramatikal memiliki makna dan bentuk {beli} juga morfem dasar yang seara leksikal memiliki makna sendiri  (Abdul Chaer,2008,13).
1.      Alternasi Alomorfemis
             Alternasi yaitu dapat di artikan proses yang memperlihatkan perubahan-perubahan-perubahan-perubahan bentuk bahasa, dalam lingkungan yang dapat diramalkan dan alternasi berlaku juga untuk morfem morfem yang menjadi alat derivasi. Contohnya dalam bahasa indonesia adalah nomina tindakan dan nomina penindak di awalan pen-(baik prefiks {pen-}maupun awalan konfiks {pen-,-an} ) menjadi /pen/, atau /pan/, atau /pa/ dan seterusnya,sesuai dengan lingkungan fonologis.
Seperti halnya dengan fonem tertentu yang direalisasikan secara konkret dalam bentuk alofon-alofon yang berbeda menurut lingkungannya, kaidah-kaidah yang berlaku untuk alternasi alomorfemis ada dua jenisnya: pertama adalah kaidah morfofonemis yang berupa fonemis, dan kedua adalah kaidah alomorfemis yang tidak berupa fonemis. Alternasi morfofonemis itu dapat mempersulit identifikas morfem, misalnya, apakah prefiks dalam kata pemuda itu {pen-} atau {pe-}? Apakah kata /pen/ dalam kata pengungsi  adalah {pe-} dengan ‘’perkecualian’’ dalam alternasi , menyimpang dari apa yang biasa disebabkan oleh lingkungan , menyebabkan adanya /pen/ ataukan /pen/ dengan alternasi morfofonemis yang‘’biasa’’sebelum vokal (tetapi dengan “perkecualian”sistematis) selanjutnya adakah dlam bahasa ini konfiks {pe-,-an} dalam kata seperti pekarangan atau pegunungan.
2.      Identifikasi Morfem
            Menurut Abdul Chaer,2008,13 morfem berasal dari kata “morphe” yang berarti bentuk kata dan “ema” yang berarti membedakan arti. Jadi sederhananya, morfem itu suatu bentuk terkecil yang dapat membedakan arti, satuan bahasa merupakan komposit antara bentuk dan makna oleh karena itu untuk menetapkan sebuah bentuk adalah morfem atau bukan dapat didasarkan pada kriteria bentuk dan makna, untuk membuktikan morfem sebagai pembeda makna dapat kita lakukan dengan menggabungkan morfem itu dengan kata yang mempunyai arti leksikal. Jika penggabungan itu menghasilkan makna baru, berarti unsur yang digabungkn dengan kata dasar itu adalah morfem. Hal-hal yang dapat dipedomani utuk menentukan morfem atau bukan morfem adalah:
a.Dua bentuk yang sama atau lebih yang memiliki makna ama merupakan sebuah morfem. Contoh kata bulan dalam kalimat dibaah ini sebuah morfem yang sama.
-          Bulan depan dia akan menikah.
-          Sudah tiga bulan dia belum pulang.
-          Bulan novenber dia kembali ke surabaya.
b.Dua bentuk yang sama atau lebih bila memiliki makna yang berbeda dan merupakan morfem yang berbeda.
-          Bank Indonesia memberi bungan 5 persen.
-          Dia datang dengan membawa seikat bunga.
c.Dua kata yang berbeda namun memiliki makna yang sama, dan merupakan dua morfem yang berbeda.
-          Ayah pergi ke medan.
-          Bapak baru pulang dari medan.
d.Memiliki bentuk yang mirip namun memiliki makna yang sama aadalah sebuauh morfem yang sama, asalkan perbedaan bentuk itu dapat dijelaskan seaara fonologis.
-          Melihat
-          Membina
-          Mendengar
-          Menyusul
-          Mengambil
-          Mengecat
e.Memiliki bentuk yang hanya muncul dengan pasangan satu-satunya adalah juga sebuah morfem.
-     Segar bugar
-     Kering mersik
f. Bentuknya yang muncul berulang-ulang pada satuan yang lebih besar dan jika memiliki makna yang sama juga merupakan morfem yag sama.
-     Membaca
-     Pembaca
-     Bacaan
-     Terbaca
-          Keterbacaan
g.      Bentuk yang munccul berulang-ulang dalam suatu bahasa yang besar (klausa, kalimat) jika maknanya berbeda secara polisemi juga merupakan morfem yang sama.
-          Ibu Tuti menjadi kepala sekolah.
-          Tubuhnya memang besar tapi sayang kepalanya kosong.
-          Setiap kepala mendapat bantuan dari pemerintah  (Abdul Chaer,2008,15).
 3.      Alomorf dan Morf
            Alomorf merupakan morfem yang sudah tampak jelas statusnya yaitu dapat merubah fonem. Alomorf ini bersifat nyata atau ada. Pada umumnya sebuah morfem memiliki sebuah alomorf, dan namun ada juga morfem yang direalisasikan dalam beberapa bentuk alomorf. Disamping istilah morfem dan alomorf ada pula istilah morf yan berarti bentuk yang belum diketahui statusnya, apakah sebagai morfem atau sebaai alomorf. Sebenarnya wujud morf adalah sama dengan wujudfisik alomorf. Sedangkan morfem merupakan abstrkasi dari alomorf yang ada  (Abdul Chaer,2008,15).
Contoh morfem ber- :
Morfem
Alomorf
Kata
Ber-
Ber-
Be-
Bel-
Bertemu, berdoa
Beternak, bekerja
Belajar

            Contoh morfem me- :

Morfem
Alomorf
Kata
Me-
Me-
Mem-
Men-
Meny-
Meng-
Menge-
Melihat, merawat,
Membaca, membawa
Menduga, mendengar
Menyisir, menyusul
Menggali, mengebor
Mengecccat, mengetik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar